Posts Tagged ‘tips’

h1

Tips Foto Kembang Api

October 13, 2008

Post kali ini didedikasikan untuk pecinta fotografi versi pemula seperti saya:-D.

Bermula dari keinginan untuk foto pesta kembang api di Disneyland Hongkong, saya melakukan riset sederhana tentang tips-tips  foto kembang api, dengan bantuan Mas Google tentunya. Hasil googling yang menurut saya paling relevan adalah blog ini: http://yolla.blogspot.com/2007/12/tips-pengambilan-foto-kembang-api.html

Berikut kutipan yang saya comot dari blog itu (numpang comot yah Mbak Yolla:-D):

Tips Pengambilan Foto Kembang Api

Dasar-dasar untuk foto yang sukses

– Karena event ini hanya berlangsung kira-kira setengah jam, maka tidak bisa setengah-setengah, menikmati kembang api atau mengabadikannya?, haruslah dipilih salah satu saja.
– Gunakan stativ/tripod atau tempatkan kamera pada tempat yang benar-benar stabil
– Apabila di kamera Anda tersedia fitur Semiautomatic, maka pilihlah Exposure “Aperture priority”. Dengan mode ini Anda dapat memilih terlebih dahulu bukaan lensa (Aperture), sedangkan waktu bukaannya akan disesuaikan otomatis oleh kamera. Pilihlah bukaan antara 8-11 agar gambarnya cukup tajam.
– Sebagai alternatif, waktu bukaan juga bisa diset secara manual menjadi lebih lama dengan menu Bulb exposure. Waktu ini juga dapat divariasikan, cobalah mulai 1 detik sampai 30 detik, hasilnya akan sangat berbeda.

Tidak ada waktu yang paling tepat

Sulitnya mengambil foto kembang api adalah karena kita tidak bisa tahu kapan waktu yang paling tepat (kapan kembang apinya mekar di udara). Hal ini tentu saja tergantung dari kapan tombol shutter ditekan, oleh karena itu sangatlah dianjurkan untuk mengambil gambar berulang-ulang. Saat ini sangat tepat untuk menggunakan fitur Continuous atau Multi-Shot.

Jangan menyerah

Apabila kamera Anda tidak mempunyai program semiautomatis atau manual, janganlah putus asa. Gambar kembang api yang cantik juga dapat diperoleh dengan kamera yang full automatik. Yang paling penting adalah jangan menggunakan Blitz (jangan lupa stativ atau tempat yang sangat stabil)

Tempat yang tepat

Rencanakan tempat dimana akan mengambil foto. Tempat yang agak tinggi lebih diutamakan. Di dalam kota, carilah tempat seperti tower/Aussichsturm (menara dimana kita bisa melihat pemandangan), di atas teras atap sebuah gedung tinggi atau di jembatan. Dari sana tidak hanya ledakan cahaya kembang api yang akan terlihat, tapi bangunan-bangunan dalam kota akan ikut terintegrasi. Di luar kota, tentu saja tempat yang tinggi akan sangat bagus, contohnya untuk menggabungkan pemandangan. Selain itu cahaya dari sekitar juga sangat sedikit dibandingkan kembang api, sehingga kontras antara kembang api dan langit malam akan lebih terlihat, warna-warna menjadi lebih berkilau dan kilatan cahaya menjadi lebih jelas terlihat.

Gangguan pada pixel

Pada pengambilan gambar dengan situasi cahaya yang gelap, seperti kembang api, sering terjadi kerusakan pada gambar yang dinamakan Image Noise: Pada bagian gambar yang gelap menyusup diantara dua pixel gelap, titik-titik terang/putih. Hal ini dapat dicegah dengan menggunakan sensitivitas(ISO) yang rendah, di bawah ISO 400. Lebih baik lagi bila menggunakan bukaan lensa besar dengan waktu bukaan yang juga panjang. Karena efek noise ini juga diperkuatkan oleh panas, penting juga untuk mematikan kamera sesekali.

——II——

Setelah tips-tips di atas saya coba praktekan sewaktu di Disneyland Hongkong (meski hasilnya sungguh dari jauh sempurna:-p), saya jadi pingin menambahkan beberapa hal, sekaligus menyimpulkan beberapa poin penting.. khususnya jika kamera yang dipakai adalah kamera SLR:

1. Pakai Tripod

2. Setting ISO: 200, Aperture 8-11, speed mengikuti atau pakai bulb

(2 poin di atas rangkuman 2 poin penting dari postingan Mbak Yolla)

3. Mettering jangan ke normal (saya sempat coba metering normal, dan hasilnya malah jelek sekali karena speed yang dipakai semakin lambat akibatnya gerakan cahaya atau angin sedikit saja membuat gambar yang dihasilkan blur, selain itu warna langit jadi over exposure dan kurang kontras dengan warna kembang apinya, contohnya seperti gambar di bawah). Jadi sebaiknya metering ke negatif saja.

4. Untuk buat kesan kembang api seperti percikan, perlu speed yang lebih cepat. Kalau dipakai speed terlalu lambat (lebih dari 5 detik), hasil kembang api terlihat seperti goresan cahaya. (contohnya seperti gambar di bawah, diambil dengan speed lambat)

5. Waktu menyala kembang api biasanya singkat, jadi sebaiknya setting speed menggunakan bulb, sehingga bisa ditentukan sendiri lama bukaannya, dan lebih banyak kesempatan untuk menangkap momen-momen yang berbeda.